banner 728x90

Cerita Sex Aku Cinta Tanteku

Cerita Sex Aku Cinta Tanteku
Cerita Sex Aku Cinta Tanteku

 

Cerita Sex Aku Cinta Tanteku – Saat masih SMA saya tidak pernah mendekati seorang cewek pun. Padahal wajah saya boleh dibilang tidak jelek-jelek amat. Para gadis juga sering histeris ketika melihat saya beraksi di bidang olahraga, seperti basket, lari dan sebagainya. Dan banyak surat cinta cewek yang tidak saya balas. Sebab saya tidak suka mereka. Untuk masalah pelajaran saya terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi teman-teman memanggil saya kutu buku, padahal masih banyak yang lebih pintar dari saya, mungkin karena saya mahir dalam bidang olahraga dan dalam pelajaran saya tidak terlalu bodoh saja akhirnya saya dikatakan demikian.
Nonton Film Semi Klik Disini
Ketika kelulusan, saya pun masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Di Surabaya saya numpang di rumah tante saya, namanya Ratna. Saya biasa memanggilnya mbak Ratna, kebiasaan dari kecil mungkin. Ia tinggal sendirian bersama kedua anaknya, semenjak suaminya meninggal ketika saya masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Yaitu berupa rumah makan yang lumayan laris, dengan bekal itu ia bisa menghidupi kedua anaknya yang masih SD.
Ketika datang pertama kali di Surabaya, saya sudah dijemput pakai mobilnya. Lumayanlah, perjalanan dengan menggunakan kereta cukup melelahkan. Awalnya saya tak tahu kalau itu adalah mbak Ratna, sebab ia kelihatan muda. Saya baru sadar ketika saya menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya. Lalu kami bertegur sapa. Hari itu juga jantung saya berdebar. Usianya masih 31 tahun tapi dia sangat cantik. Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih seperti gadis. Dan di dalam mobil itu saya benar-benar berdebar-debar.
“Capek Dek Dika?”, tanyanya.
“Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku.
“Tapi mbak Ratna masih cantik ya?”
Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu”
Selama tinggal di rumah mbak Ratna, saya sedikit demi sedikit mencoba akrab dan mengenalnya. Banyak sekali hal-hal yang bisa saya ketahui dari mbak Ratna. Dari kesukaannya, dari pengalaman hidupnya. Saya pun jadi dekat dengan anak-anaknya. Saya sering mengajari mereka pelajaran sekolah.
Tak terasa sudah satu semester lebih saya tinggal di rumah ini. Dan mbak Ratna sepertinya adalah satu-satunya wanita yang menggerakkan hati saya. Saya benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi saya tak yakin apakah ia cinta juga kepada saya. Apalagi ia adalah tante saya sendiri. Malam itu sepi dan hujan di luar sana. Mbak Ratna sedang nonton televisi. Saya lihat kedua anaknya sudah tidur. Saya keluar dari kamar dan ke ruang depan. Tampak mbak Ratna asyik menonton tv. Saat itu sedang ada sinetron.
“Nggak tidur Dik?”, tanyanya.
“Masih belum ngantuk mbak”, jawabku.
Saya duduk di sebelahnya. Entah kenapa lagi-lagi dada saya berdebar kencang. Saya bersandar di sofa, saya tidak melihat tv tapi melihat mbak Ratna. Ia tak menyadarinya. Lama kami terdiam.
“Kamu banyak diam ya”, katanya.
“Eh… oh, iya”, kata saya kaget.
“Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya.
“Ah, enggak, pingin nemenin mbak Ratna aja”, jawabku.
“Ah kamu, ada-ada aja”
“Serius mbak”
“Makasih”
“Restorannya gimana mbak? lancar?”
“Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Banyak karyawannya, urusan kerjaan semuanya tak serahin ke general managernya. Mbak sewaktu-waktu saja ke sana”, katanya.
“Gimana kuliahmu?”
“Ya, begitulah mbak, lancar saja”, jawabku.
Saya memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. “Saya pijetin ya mbak, sepertinya mbak capek”.
“Makasih, nggak usah ah”
“Nggak papa kok mbak, cuma dipijit aja, emangnya mau yang lain?”
Ia tersenyum, “Ya udah, pijitin saja”
Saya memijiti pundaknya, punggungnya, dengan pijatan yang halus, sesekali saya meraba ke bahunya. Ia memakai tshirt ketat. Sehingga saya bisa melihat lekukan tubuh dan juga tali bh-nya. Dadanya mbak Ratna besar juga. Tercium bau harum parfumnya.
“Kamu sudah punya pacar Dik?”, tanya mbak Ratna.
“Nggak punya mbak”
“Kok bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik sama kamu?”
“Aku aja yang nggak tertarik sama mereka”
“Lha kok aneh? Denger dari mama kamu katanya kamu itu sering dikirimi surat cinta”
“Iya, waktu SMA. Kalau sekarang aku menemukan cinta tapi sulit mengatakannya”
“Masa?”
“Iya mbak, orangnya cantik, tapi sudah janda”, saya mencoba memancing.
“Siapa?”
“Mbak Ratna”.
Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu ini”.
“Saya serius mbak, nggak bohong, pernah mbak tahu saya bohong?”,
Ia diam.
“Semenjak aku bertemu mbak Ratna, jantungku berdetak kencang. Aku tak tahu apa itu. Sebab aku nggak pernah jatuh cinta sebelumnya. Semenjak itu pula aku menyimpan perasaanku, dan merasa nyaman ketika berada di samping mbak Ratna. Aku nggak tahu apakah itu cinta, tapi kian hari dadaku makin sesak. Sesak sampai aku nggak bisa berpikir lagi mbak, rasanya sakit sekali waktu aku harus membohongi diri kalau aku cinta ama mbak”, kata saya.
“Dik, aku ini tantemu”, katanya.
“Aku tahu, tapi perasaanku nggak pernah bohong mbak, aku mau jujur kalau aku cinta sama mbak”, kata saya sambil memeluknya dari belakang.
Lama kami terdiam. Mungkin hubungan yang kami rasa sekarang mulai canggung. Mbak Ratna mencoba melepaskan pelukan saya.
“Maaf Dik, mbak perlu berpikir”, kata mbak Ratna beranjak.
Saya pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala. Cukup lama saya ada di ruangan tengah, hingga tengah malam kira-kira. Saya pun mematikan tv dan menuju kamar saya. Sayup-sayup saya terdengar suara isak tangis di kamar mbak Ratna. Saya pun mencoba menguping.
“Apa yang harus kulakukan? Apa…”
Saya menunduk, mungkin mbak Ratna kaget setelah pengakuan saya tadi. Saya pun masuk kamar saya dan tertidur. Malam itu saya bermimpi basah dengan mbak Ratna. Saya bermimpi bercinta dengannya, dan paginya saya dapati celana dalam saya basah. Wah, mimpi yang indah.
Paginya, mbak Ratna selesai menyiapkan sarapan. Anak-anaknya sarapan. Saya baru keluar dari kamar mandi. Melihat mereka dari kejauhan. Mbak Ratna tampak mencoba untuk menghindari pandangan saya. Kami benar-benar canggung pagi itu. Hari ini saya tidak ada kuliah. Saya bisa menghabiskan waktu seharian di rumah. Setelah ganti baju saya keluar kamar. Tampak mbak Ratna melihat-lihat isi kulkas.
“Waduh, Dik, bisa minta tolong bantu mbak?”, tanyanya.
“Apa mbak?”
“Mbak mau belanja, bisa bantu mbak belanja? Sepertinya isi kulkas udah mau habis”,katanya.
“OK”
“Untuk yang tadi malam, tolong jangan diungkit-ungkit lagi ya, mbak maafin kamu tapi jangan dibicarakan di depan anak-anak”, katanya. Saya mengangguk.
Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Ratna sekolah. Lalu kami pergi belanja. Lumayan banyak belanjaan kami. Saya menggandeng tangan mbak Ratna. Kami mirip sepasang suami istri, mbak Ratna rasanya nggak menolak ketika tangannya saya gandeng. Mungkin karena barang bawaannya banyak. Di mobil pun kami diam. Setelah belanja banyak itu kami tak mengucapkan sepatah kata pun. Namun setiap kali saya bilang ke mbak Ratna bahwa perasaan saya serius.
Hari-hari berlalu. Saya terus bilang ke mbak Ratna bahwa saya cinta dia. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Saya membelikan sebuah gaun. Saya memang menyembunyikannya. Gaun ini sangat mahal, hampir dua bulan uang saku saya habis. Terpaksa nanti saya minta ortu kalau lagi butuh buat kuliah. Saat itu anak-anak mbak Ratna sedang sekolah. Mbak Ratna merenung di sofa. Saya lalu datang kepadanya. Dan memberikan sebuah kotak hadiah.
“Apa ini?”, tanyanya.
“Kado, mbak Ratna kan ulang tahun hari ini”,
Ia tertawa. Tampak senyumnya indah hari itu. Matanya berkaca-kaca, ia mencoba menahan air matanya. Ia buka kadonya dan mengambil isinya. Saya memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewah.
“Indah sekali, berapa harganya?”, tanyanya.
“Ah nggak usah dipikirkan mbak”, kata saya sambil tersenyum.
“Ini kulakukan sebagai pembuktian cintaku pada mbak”
“Sebentar ya”, katanya.
Ia buru-buru masuk kamar sambil membawa gaunnya. Tak berapa lama, ia sudah keluar dengan memakai baju itu. Ia benar-benar cantik.
“Bagaimana Dik?”, tanyanya.
“Cantik mbak, Superb!!”, kata saya sambil mengacungkan jempol.
Ia tiba-tiba berlari dan memeluk saya. Erat sekali, sampai saya bisa merasakan dadanya.
“Terima kasih”
“Aku cinta kamu mbak”, kata saya.
Mbak Ratna menatap saya. “Saya tahu”
Saya memajukan bibir saya, dan dalam sekejap bibir saya sudah bersentuhan dengan bibirnya. Inilah first kiss kami. Saya menciumi bibirnya, melumatnya, dan menghisap ludahnya. Lidah saya bermain di dalam mulutnya, kami berpagutan lama sekali. Mbak Ratna mengangkat paha kirinya ke pinggang saya, saya menahannya dengan tangan kanan saya. Ia jatuh ke sofa, saya lalu mengikutinya.
“Aku juga cinta kamu Dik, dan aku bingung”, katanya.
“Aku juga bingung mbak”
Kami berciuman lagi. Mbak Ratna berusaha melepas baju saya, dan tanpa sadar, saya sudah hanya bercelana dalam saja. Penis saya yang menegang menyembul keluar dari CD. Saya membuka resleting bajunya, saya turunkan gaunnya, saat itulah saya mendapati dua buah bukit yang ranum. Dadanya benar-benar besar. Saya ciumi putingnya, saya lumat, saya kunyah, saya jilati. Saya lalu turun terus hingga ke bawah. Ha? Nggak ada CD? Jadi tadi mbak Ratna ke kamar ganti baju sambil melepas CD-nya.
“Nggak perlu heran Dik, mbak juga ingin ini kok, mungkin inilah saat yang tepat”, katanya.
Saya lalu benar-benar menciumi kewanitaannya. Saya lumat, saya jilat, saya hisap. Saya baru pertama kali melakukannya. Rasanya aneh, tapi saya suka. Saya cinta mbak Ratna. Mbak Ratna meremas rambut saya, menjambak saya. Ia menggelinjang. Saya ciumi pahanya, betisnya, lalu ke jempol kakinya. Saya emut jempol kakinya. Ia terangsang sekali. Jempol kaki adalah bagian paling sensitif bagi wanita.
“Tidak Dik, jangan… AAAHH…”, mbak Ratna mengerang.
“Kenapa mbak?” kata saya.
Tangannya mencengkram lengan saya. Vaginanya basah sekali. Ia memejamkan mata, tampak ia menikmatinya.
“Aku keluar Dik…”
Ia bangkit lalu menurunkan CD saya. Saya duduk di sofa sambil memperhatikan apa yang dilakukannya.
“Gantian sekarang”, katanya sambil tersenyum.
Ia memegang penis saya, diremas-remas dan dipijat-pijatnya. Oh… saya baru saja merasakan penis saya dipijat wanita. Tangan mbak Ratna yang lembut, hangat lalu mengocok penis saya. Penis saya makin lama makin panjang dan besar. Mbak Ratna menjulurkan lidahnya. Dia jilati bagian pangkalnya, ujungnya, lalu ia masukkan ujung penis saya ke dalam mulutnya. Ia hisap, ia basahi dengan ludahnya. Ohh… sensasinya luar biasa.
“Kalau mau keluar, keluarin aja nggak apa-apa Dik”, kata mbak Ratna.
“Nggak mbak, aku pengen keluar disitu aja?”, kata saya sambil memegang liang kewanitaannya.
Ia mengerti, lalu saya didorongnya. Saya berbaring, dan ia ada di atas saya. Pahanya membuka, dan ia arahkan penis saya masuk ke liang itu. Agak seret, mungkin karena memang ia tak pernah bercinta selain dengan suaminya. Masuk, sedikit demi sedikit dan bless…. Masuk semuanya. Ia bertumpu pada sofa, lalu ia gerakkan keatas bawah.
“Ohh… Dik… enak Dik…”, katanya.
“Ohhh… mbak… Mbak Ratna… ahhh…”, kata saya.
Dadanya naik turun, montok sekali. Saya pun meremas-remas dadanya. Lama sekali ruangan ini dipenuhi suara desahan kami dan suara dua daging beradu. Plok… plok… plok… cplok..!!
“Waan… mbak keluar lagi… AAAHHHH…”
Mbak Ratna ambruk di atas saya. Dadanya menyentuh dada saya, saya memeluknya erat. Vaginanya benar-benar menjepit saya kencang sekali. Perlu sedikit waktu untuk ia bisa bangkit. Lalu ia berbaring di sofa.
“Masukin Dik, puasin dirimu, semprotin cairanmu ke dalam rahimku”, katanya.
Saya tak menyia-nyiakannya. Saya pun memasukkannya. Saya dorong maju mundur, posisi normal ini membuat saya makin keenakan. Saya menindih mbak Ratna, saya peluk ia, dan saya terus menggoyang pinggul saya. Rasanya sudah sampai di ujung. Saya mau meledak. AAHHHH…
“Oh Dik… Dik… mbak keluar lagi…”
Mbak Ratna mencengkram punggung saya. Dan saya menembakkan sperma saya ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Vagina mbak Ratna mencengkram saya erat sekali, saya keenakkan. Kami kelelahan dan tertidur di atas sofa, Saya memeluk mbak Ratna.
Siang hari saya terbangun oleh suara HP. Mbak Ratna masih di pelukan saya. Mbak Ratna dan saya terbangun. Kami tertawa melihat kejadian lucu ini. Waktu jamnya menjemput anak-anak mbak Ratna sepertinya.
Mbak Ratna menyentuh penis saya sambil berkata “Ini luar biasa, mbak Ratna sampe keluar berkali-kali Dik”
Setelah itu entah berapa kali saya mengulanginya dengan mbak Ratna, saya mulai mencoba berbagai gaya. Mbak Ratna sedikit rakus setelah ia menemukan partner sex baru. Ia suka sekali mengoral punya saya, mungkin karena punya saya terlalu tangguh untuk liang kewanitaannya, hehehe. Tapi itulah cinta saya, saya cinta dia dan dia cinta kepada saya.

Nonton Film Semi Klik Disini

Cerita sex 2018, cerita sex terbaru, cerita sex terupdate, cerita sex, cerita seks 2018, cerita seks terupdate, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2018, cerita dewasa terupdate, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2018, cerita mesum terupdate, cerita mesum terbaru, cerita mesum.

Tags: bacaan seks blog cerita seks blowjob cerita 17 tahun cerita bokep cerita dewasa cerita hot cerita hot artis cerita kenikmatan cerita ngentot cerita plus cerita porno artis cerita seks artis cerita seks dewasa cerita seks tante cerita sex cerita sex artis cerita sex dewasa Cerpen seks daun muda handjob Kumpulan Cerita Seks kumpulan cerita sex onani dan Masturbasi pemerkosaan sedarah seks tante girang

author
Author: 

    Related Post "Cerita Sex Aku Cinta Tanteku"

    Tante, Kita Ngentot Yuk
    Tante, Kita Ngentot Yuk   "Kamu"Tante, kita
    Cerita Sex Melayani Tante Temanku
    Cerita Sex Melayani Tante Temanku   Cerita
    Cerita Sex Om Doni Tetanggaku
    Cerita Sex Om Doni Tetanggaku   Cerita
    Cerita Sex Ibu Kos Nikmat
    Cerita Sex Ibu Kos Nikmat   Cerita

    Leave a reply "Cerita Sex Aku Cinta Tanteku"